RSS

Pages

LuPh U pAnGeRAn KoDoK,,,, PUtrI kEoNg 4EvEr

Selasa, 14 Juni 2011

PERAN SISTEM OPERASI





Sistem Operasi komputer adalah Suatu modul program pada sistem komputer yang mangatur sumber daya pada komputer.
Peranan Sistem Operasi pada Sistem Komputer:

Ø  Extended Machine/ Virtual Machine
Menyederhanakan/mempermudah pemakaian perangkat keras yaitu tanpa memberikan perintah low level untuk mengaktifkan perangkat keras, tetapi cukup dengan memberikan perintah sederhana yang dimengerti sesuai dengan yang diinginkan.Contoh: Pembacaan data/file pada disk kita tidak memberikan perintah mengaktifkan drave terlebih dahulu, kemudian cari data/file pada sektor tertentu, dsb. yang tentunya sangat rumit.
Ø  Resource Manager
Memberikan kemampuan untuk mengatur (manajemen) perangkat keras (hardware) seluruh sistem yang sangat kompleks. Seperti pengaturan pemakai prosesor, memori, timer, disk, printer, dsb.

Aktifitas / Kegiatan Sistem Operasi:
1. Proses
2. Files
3. Shell
  • Proses
Merupakan kunci utama dari semua kegiatan sistem komputer. Pada dasarnya proses adalah pengeksekusian suatu progrm yang terdiri dari program executable, program data dan stack, program counter, stack pointer, register-register serta seluruh informasi yang dibutuhkan untuk menjalankan program tersebut.
  • Files
Kemampuan untuk menangani dan pengelolaan file (data, program, dsb). untuk membuat, memindahkan, membaca dan menulis file. Pengelolaan file didalam suatu direktori yang dapat dikelompokkan sesuai dengan fungsinya (dispesifikasi kan). Sehingga adanya proses hirarki dalam penyimpanan file, disebut juga dengan system call
  • Shell
Merupakan suatu interface yang digunakan user untuk berkomuni kasi langsung dengan komputer, yang biasanya dinamakan sebagai command interpreter.
Ø  SYSTEM CALLS
Kemampuan suatu sistem operasi untuk menangani suatu proses baik itu untuk menjalankan program induk (parent) maupun program anak (child) dsb, disebut dengan System Calls For Proces Management.
·         System Calls For Signaling
Pemanggilan sinyal interupsi yang digunakan untuk menghentikan suatu proses jika terdapat kesalahan atau jika ada proses lainnya yang perlu didahulukan.
·         System Calls for File Management
Sistem untuk manajemen file baik untuk membuat, membaca, membatasi pemakai memanipulasi file, dsb.
·         System Calls for Directory Manajemen
Sistem untuk mengatur suatu direktori yang berisikan file-file yang biasanya sudah dispesifikasikan tujuannya, seperti untuk user tertentu, dan untuk pemakaian secara bersama, sehingga tidak perlu banyak mengatur file-file tersebut tetapi cukup dengan mengatur direktorinya saja.
·         System Call for Protection
Sistem untuk menjaga keamanan pada suatu file/direktori sehingga hanya user tertentu yang dapat menggunakannya, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Untuk memahami peranan sistem operasi pada sistem komputer, mari kita lihat sistem komputer tersebut dari tingkatan konsep, hal ini dikemukan oleh George W. Gorsline
Tingkatan Konsep dari Sistem Komputer:
ü  Diagram Blok (tertinggi)
ü   Arsitektur
ü   Tranfer Register
ü   Rangkaian Saklar
ü   Elektronika (terendah)
Fungsi Dari Sistem Operasi:
a.Mencegah Konflik
b.Optimasi penampilan
c.Menyederhanakan penggunaan
d.Interface antar program User dan Device
Tugas Sistem Operasi:
a.Sebagai Kontrol
b.Sebagai Monitor
c.Sebagai Executive
d.Sebagai Supervisor
e.Sebagai Operating System
Hubungan Antara User OS dan Hardware, sbb :

Sistem komputer terkomposisi dari banyak unit, hanya sebagian kecil yang “in action” dalam menjalankan tugas tertentu pada suatu waktu. Maka disini kita perlukan “super controller” yang bisa memastikan bahwa sebagian besar fasilitas digunakan untuk mendapatkan keuntungan optimum. Pekerjaan tersebut hanya bisa dilakukan oelh beberapa bentuk program yang disimpan “secara internal” yang dikenal dengan “Operating System”
Jadi “Sistem Operasi” merupakan suatu program yang mengambil alih pengoperasian sistem komputer dengan memungkinkan sejumlah program dijalankan pada komputer tanpa intervensi operator manusia. Peranan sistem pengoperasian merupakan salah satu menajemen sumber daya. Sumber daya utama yang dikelolah oleh sistem operarasi adalah
Sumberdaya Perangkat Keras:
ü  Prosesor
ü   Memori
ü   Perangkat
 Sumberdaya Perangkat Lunak:
ü  Data
ü   Program
Pembagian Dari Sistem Operasi:
1.Sistem Pengoperasian dan Program Kontrol
2.Sistem Translator
3.Sistem Utilitas atau program layanan/utiliti
Sistem Pengoperasian dikembangkan untuk:
  1. Waktu set-up, waktu yang diperlukan untuk menempatkan setiap pekerjaan pada mesin dan waktu selama komputer dalam keadaan idle
  2. Intervensi manusia, diperlukan untuk menyelidiki kondisi kesalahan dan untuk menginisiasi tindakan korektif.
  3. Keseimbangan antara prosesor dan peripheral

MIDDLEWARE SISTEM  OPERASI JARINGAN
Pengertian Middleware
Ada beberapa pendapat mengenai pengertian middleware, yaitu:
  • Middleware merupakan sebuah software / perangkat lunak yang dapat digunakan untuk menerjemahkan dan lapisan konversi. Middleware juga dapat digunakan sebagai consolidator dan integrator.
  • Middleware dapat digunakan untuk menyatukan / menghubungkan dua program atau aplikasi yang sudah ada.
  • Middleware merupakan software yang menyambungkan komponen dan atau aplikasi guna mendukung operasional aplikasi dalam lingkungan jaringan terdistribusi, termasuk web servers, application servers, content management systems, dan perkakas sejenis yang menopang pengembangan.
Tujuan Middleware
Saat ini, middleware sangat dibutuhkan untuk bermigrasi dari aplikasi mainframe ke aplikasi client/server dan lebih dikembangkan untuk memungkinkan satu aplikasi dapat berkomunikasi dengan aplikasi lainnya walaupun keduanya berjalan pada platform yang berbeda. Tujuan utama dari layanan middleware adalah untuk membantu memecahkan interkoneksi beberapa aplikasi dan masalah interoperabilitas.
Manfaat Middleware
  • Transparansi di seluruh jaringan sehingga menyediakan interaksi dengan layanan atau aplikasi lain
  • Independen dari layanan jaringan
  • Handal dan selalu tersedia
Middleware menawarkan beberapa keunggulan untuk bisnis dan industri. Dalam bisnis sering digunakan untuk menghubungkan informasi dari departemen database seperti penggajian, penjualan, dan akuntansi. E-Commerce juga menggunakan middleware ini untuk membantu dalam menangani transaksi cepat dan aman di berbagai jenis lingkungan komputer. Singkatnya, middleware telah menjadi elemen penting di berbagai industri, berkat kemampuannya untuk menyatukan sumber daya yang berbeda di seluruh jaringan atau platform komputasi.
Elemen-elemen Middleware
Ada beberapa elemen yang terdapat di dalam middleware, yaitu :
  • Keamanan (security)
  • Pengelolaan sumber daya (resource management)
  • Pengelolaan data (data management)
  • Layanan informasi (information services)

Fungsi Middleware
Middleware memiliki beberapa fungsi yang bermanfaat bagi kita dan aplikasi-aplikasi yang akan dihubungkan, yaitu :
  • Menyediakan lingkungan pemrograman aplikasi sederhana yang menyembunyikan penggunaan secara detail pelayanan-pelayanan yang ada pada sistem operasi.
  • Menyediakan lingkungan pemrograman aplikasi yang umum yang mencakup berbagai komputer dan sistem operasi.
  • Mengisi kekurangan yang terdapat antara sistem operasi dengan aplikasi, seperti dalam hal networking, security, database, user interface, dan system administration.
Layanan Middleware
Layanan middleware menyediakan kumpulan fungsi API (Application Programming Interfaces) yang lebih tinggi daripada API yang disediakan sistem operasi dan layanan jaringan yang memungkinkan suatu aplikasi dapat :
  • Mengalokasikan suatu layanan secara transparan pada jaringan.
  • Menyediakan interaksi dengan aplikasi atau layanan lain.
  • Tidak tergantung dari layanan jaringan.
  • Handal dan mampu memberikan suatu layanan.
  • Diperluas (dikembangkan) kapasitasnya tanpa kehilangan fungsinya.
Ada beberapa middleware yang paling banyak / umum dipublikasikan, yaitu :
  • Open Software Foundation’s (OSF) mengeluarkan Distributed Computing Environment (DCE) yang dikeluarkan oleh menyediakan fungsi-fungsi ONC (Open Network Computing) yang cukup kompleks dan tidak mudah untuk sistem administrasinya.
  • Object Management Group’s Common Object Request Broker Architecture (CORBA), merupakan object-oriented middleware yang menggabungkan fungsi RPC (Remote Procedure Call), brokering, dan inheritance. DIGITAL ObjectBroker merupakan salah satu contohnya.
  • Microsoft’s COM/DCOM (Component Object Model) yang digunakan untuk menangani pemaketan dan deployment komponen yang mendukung berbagai bahasa pemrograman.
Tipe layanan middleware ada 3, yaitu :
1. Layanan Sistem Terdistribusi
  • Komunikasi kritis, program-to-program, dan layanan manajemen data.
  • RPC, MOM (Message Oriented Middleware) dan ORB.
2. Layanan Application
Akses ke layanan terdistribusi dan jaringan. Yang termasuk layanan application adalah TP (transaction processing) monitor dan layanan database, seperti Structured Query Language (SQL).
3. Layanan Manajemen Middleware
Memungkinkan aplikasi dan fungsi dimonitor secara terus menerus untuk meyakinkan unjuk kerja yang optimal pada lingkungan terdistribusi.
Database Middleware
Database middleware menyediakan antarmuka antara sebuah query dengan beberapa database yang terdistribusi. Menggunakan, baik arsitektur hub and spoke atau arsitektur terdistribusi, memungkinkan data untuk digabungkan dari beberapa sumber data yang berbeda atau terpisah. Database middleware menjawab tantangan integrasi data, sedangkan midleware-middleware yang lain menjawab tantangan integrasi applikasi dan jaringan. Database middleware yang paling umum digunakan adalah ODBC (Open DataBase Connectivity). Keterbatasan ODBC adalah bahwa middleware ini didesain untuk bekerja pada tipe penyimpanan relational database.
Messaging Middleware
Messaging middleware merupakan sebuah antarmuka dan transportasi antar aplikasi. Messaging middleware dapat menyimpan data dalam suatu antrian message jika mesin tujuan sedang mati atauoverloaded. Mungkin berisi business logic yang merutekan messageke tujuan sebenarnya dan memformat ulang data lebih tepat. Sama seperti sistem messaging email, kecuali messaging middlewaredigunakan untuk mengirim data antar aplikasi.

Layanan Sistem Operasi

Layanan sistem operasi dirancang untuk membuat pemrograman menjadi lebih mudah.
1.      Pembuatan Program
Sistem operasi menyediakan berbagai fasilitas yang membantu programer dalam membuat program seperti editor. Walaupun bukan bagian dari sistem operasi, tapi layanan ini diakses melalui sistem operasi.
2.      Eksekusi Program
Sistem harus bisa me-load program ke memori, dan menjalankan program tersebut. Program harus bisa menghentikan pengeksekusiannya baik secara normal maupun tidak (ada error)
3.      Operasi I/O
Program yang sedang dijalankan kadang kala membutuhkan I/O. Untuk efisiensi dan keamanan, pengguna biasanya tidak bisa mengatur peranti I/O secara langsung, untuk itulah sistem operasi harus menyediakan mekanisme dalam melakukan operasi I/O.
4.      Manipulasi Sistem Berkas
Program harus membaca dan menulis berkas, dan kadang kala juga harus membuat dan menghapus berkas.
5.      Komunikasi
Kadang kala sebuah proses memerlukan informasi dari proses yang lain. Ada dua cara umum dimana komunikasi dapat dilakukan. Komunikasi dapat terjadi antara proses dalam satu komputer, atau antara proses yang berada dalam komputer yang berbeda, tetapi dihubungkan oleh jaringan komputer. Komunikasi dapat dilakukan dengan pembagian memori(penggunaan bersama, share-memory)atau message-passsing, dimana sejumlah informasi dipindahkan antara proses oleh sistem operasi.
6.      Deteksi Error
Sistem operasi harus selalu waspada terhadap kemungkinan error. Error dapat terjadi di CPU dan memori perangkat keras, I/O, dan di dalam program yang dijalankan pengguna. Untuk setiap jenis error sistem operasi harus bisa mengambil langkah yang tepat untuk mempertahankan jalannya proses komputasi.
Disamping pelayanan diatas, sistem operasi juga menyediakan layanan lain. Layanan ini bukan untuk membantu pengguna tapi lebih pada mempertahankan efisiensi sistem itu sendiri. Layanan tambahan itu yaitu :


1.      Alokasi Sumber Daya
Ketika beberapa pengguna menggunakan sistem atau beberapa program dijalankan secara bersamaan, sumber daya harus dialokasikan bagi masing-masing pengguna dan program tersebut.
2.      Accounting
Kita menginginkan agar jumlah pengguna yang menggunakan sumber daya, dan jenis sumber daya yang digunakan selalu terjaga. Untuk itu maka diperlukan suatu perhitungan dan statistik. Perhitungan ini diperlukan bagi seseorang yang ingin merubah konfigurasi sistem untuk meningkatkan pelayanan.
3.      Proteksi
Layanan proteksi memastikan bahwa segala akses ke sumber daya terkontrol. Dan tentu saja keamanan terhadap gangguan dari luar sistem tersebut. Keamanan bisa saja dilakukan dengan terlebih dahulu mengidentifikasi pengguna. Ini bisa dilakukan dengan meminta passsword bila ingin menggunakan sumber daya.

0 komentar:

Posting Komentar